Published On: Mon, Nov 16th, 2015

Multipolar Technology, Menghadapi Ancaman Security Breach

multipolar

Kebocoran data perusahaan, akhir-akhir ini menjadi ancaman serius bari para pelaku bisnis corporate maupun governance. Oleh karena itu Multipolar Technology memberikan awareness terhadap para pekerja IT di berbagai perusahaan, agar mampu menghadapi ancaman kebocoran data yang tidak dapat diprediksi tersebut.

“Keamanan adalah soal bagaimana untuk memastikan confidentiality, integrity and availability data dapat tetap terjaga,” ujar praktisi IT Semi Yulianto yang menjadi pembicara dalam forum tersebut. Semi menambahkan, jika ada suatu data yang mengharuskan agar tetap bersifat rahasia, akurat dan selalu tersedia saat diperlukan, maka suatu sistem keamanan diperlukan untuk data tersebut. Oleh karena itu ujarnya, dengan adanya securty diasuatu perusahaan, selain berfungsi untuk mengurangi resiko jika terjadi insiden keamanan, juga untuk menaikan mutu dari perusahaan tersebut.

Berdasarkan data dari suatu survey, Semi mengatakan bahwa dari serangan yang berjumlah 79790 insiden, hanya terdapat 2122 data breach yang dilaporkan telah terjadi. Data lainnya menunjukan bahwa 60 persen attackers dapat menembus masuk ke dalam sistem tersebut, hanya dalam hitungan menit saja. “23 persen korban diserang melalui open phising massages, dan 11 persen lainnya dari mengklik suatu tautan”, tandas Semi.

Fakta menariknya ujar Semi, 99.9 persen exploit baru akan diekploitasi satu tahun setelah CVE exploit tersebut dipublikasi. “Saya pernah melakukan penetration test terhadap jaringan disuatu perusahaan, seminggu kemudian barulah admin dari perusahaan tersebut menyadari hal tersebut. Hal ini membuktikan masih rendahnya incident response di kebanyakaan jaringan”, jelas Semi.

Saat mereka menyadari hal tersebut, kebanyakan hanya membiarkannya dengan alasan yang sama, “ada aplikasi, nanti ga bisa jalan jika di-patching servernya,” jelas Semi. Padahal ujarnya, jika terjadi serangan dan teknikal terganggu, maka bisnis akan secara otomatis terhenti dan perusahaan tentunya akan merugi. Jika dihitung secara finansial, kerugian dari setiap 1000 record breach dilaporkan mencapai angka sekitar 52.000 – 87.000 dolar. Namun dibanding hal tersebut ada hal yang lebih merugikan, yaitu kehilangan kredibilitas perusahaan itu sendiri.

Comments

comments

About the Author

Sineda Rudiputra

- Journalism enthusiast, writer, videographer, and photographer. Loves to build a papercraft and have strong passion with football.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>