Published On: Mon, Dec 14th, 2015

Edukasi Security Awareness Di Indonesia

risk mitigation

Mengulas tentang security awareness ini memang tidak pernah ada habisnya. Bagaimanapun juga, security awareness program adalah kegiatan yang selalu diulang dan diulang agar kepedulian organisasi terhadap keamanan informasi tetap terus terbangun. Bila membandingkan negara-negara yang sudah selangkah lebih maju dalam keamanan informasi seperti negara Barat dengan Indonesia tentulah jauh berbeda. Negara ini harus belajar lebih banyak dalam mengembangkan program kepedulian keamanan informasi di seluruh entitas bangsa.

Negara Amerika contohnya melalui NIST (National Institute Standard for Technology) bahkan sudah membuat sebuah pedoman khusus bagi organisasi pemerintah, swasta, perbankan dan nirlaba untuk membuat program security awareness. Pedoman tersebut ditujukan untuk menjadi acuan bagi mereka dan kemudian dapat diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan organisasinya.

Tony Seno Hartono, National Technology Officer Microsoft Indonesia dalam sebuah event sempat memberikan beberapa pendapatnya terkait pengembangan program security awareness di Indonesia. Tony secara langsung menyatakan bahwa program semacam ini masih sangat sedikit diberdayakan di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa program security awareness sudah sangat lazim diadakan di negara-negara Barat karena mereka sudah sangat peduli terhadap keamanan informasi mereka. “Secara IT literacy, negara ini masih sangat rendah dibandingkan negara-negara yang sudah sangat maju,” itulah salah satu alasan yang dikemukakan oleh Tony. Tony berasumsi bahwa program ini sebaiknya harus terus digenjot agar semakin sering terutama pemerintah yang bertanggung jawab untuk memberikan rasa aman pada tiap-tiap warganya.

Terkait dengan pembangunan edukasi tersebut, para intelektual sekaligus pemerhati IT Karawang khususnya perguruan tinggi swasta dan negeri di kabupaten Karawang yaitu STMIK Rosma, STMIK Kharisma, Universitas Singaperbangsa Karawang dan Universitas Buana Perjuangan memiliki visi dan misi TI yang sama yaitu ingin memajukan Karawang sebagai salah satu kota yang sadar akan TI dan memanfaatkan TI sebagai dasar dalam memberikan informasi yang terkini bagi masyarakat Karawang.

Empat perguruan tinggi tersebut bermaksud menyelenggarakan seminar “Security Awareness” pada hari Sabtu tanggal 19 Desember 2015 yang bertempat di Hotel Swiss-Belinn, Karawang. Seminar dengan tajuk “Security Awareness” ini berangkat dari tingkat kepedulian keamanan informasi masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Secara garis besar security awareness dapat diartikan sebagai suatu kesadaran keamanan, ini dapat ditinjau bukan hanya dalam dunia maya ataupun cyber tetapi dapat dilihat pada kehidupan sehari-hari seperti social engineering.

Adapun yang menjadi narasumber pada acara tersebut Badan Intelejen Strategis (BAIS) TNI, Id-SIRTII/CC dan ServerHack Organization. Pada kesempatan yang sama pula akan dibentuk sekaligus dikukuhkan Relawan TIK Karawang sebagai salah satu bentuk kepedulian perguruan tinggi di Karawang yang peduli terhadap perkembangan IT dan untuk dapat mendorong pemanfaatan TIK sehingga dapat membantu terwujudnya Masyarakat Informasi Karawang.

Comments

comments

About the Author

Iqbal Ramadhan

- Have a strong passion in security and social studies, journalism and public speaking. Used to be a former student of UNPAD IR Studies. Married man and father of a son. Love his hometown, City of Flower.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>