Published On: Tue, Dec 15th, 2015

ID-SIRTII/CC Siap Monitoring Deep Web

ID-SIRTII/CC

Fenomena kejahatan cyber yang acapkali muncul dari deep web, kini tidak luput dari perhatian ID-SIRTII/CC sebagai salah satu institusi resmi yang melakukan monitoring Internet di Indonesia. “Area Internet yang sering kita jelajahi saat ini hanya sekitar 10-20 persen. Sisanya adalah deep web. Internet yang kita tahu saat ini hanyalah puncak gunung es,” kata Rudi Lumanto, Ketua ID-SIRTII/CC dalam acara launching kerja sama antara ID-SIRTII/CC dengan NICT Jepang.

Kolaborasi tersebut bertujuan untuk saling bekerja sama dan bertukar informasi terkait keamanan cyber di antara kedua negara. Selain itu, kedua lembaga itu akan mengaplikasikan kerja sama riset dan penanganan insiden cyber. Saat disinggung mengapa ID-SIRTII/CC memilih NICT Jepang sebagai mitra kerja sama, Rudi menjelaskan bahwa NICT memiliki reputasi sebagai institusi riset teknologi termasuk cyber security yang paling lengkap di dunia.

“ID-SIRTII/CC memiliki banyak kerja sama tidak hanya dengan Jepang, tetapi juga AS, Tiongkok ataupun Malaysia. Karena NICT Jepang memiliki resources penelitian yang lengkap, maka dari itu kami bekerja sama dengan mereka,” ungkap Rudi. Dengan adanya kerja sama itu, ID-SIRTII/CC akan mengimplementasikan teknologi NICTER (Network Incident Analysis Center for Tactical Emergency Response). Salah satu teknologi yang dikembangkan oleh NICT untuk melakukan monitoring Internet termasuk deep web.

Keunggulan teknologi tersebut seperti yang diutarakan oleh Masashi Eto dari NICT adalah NICTER dapat menjadi alat monitoring, analisis malware sekaligus tools untuk memberikan input respons insiden yang tepat apabila ada serangan cyber. Rencananya teknologi itu akan diimplementasikan oleh ID-SIRTII/CC untuk melakukan monitoring lalu lintas Internet dan data capture yang berasal dari deep web.

Rudi menjelaskan bahwa di Indonesia belum ada organisasi legal formal yang melakukan monitoring deep web. “Saya pikir, ID-SIRTII/CC adalah institusi resmi yang melakukan monitoring deep web di Indonesia,” katanya. Ia sendiri mengatakan bahwa hasil monitoring deep web itu nantinya akan dipublikasikan ke khalayak publik setiap bulan. “Masyarakat berhak tahu hasil monitoring itu,” katanya.

Untuk tahun 2015 ini, Rudi menjelaskan bahwa jumlah serangan cyber di Indonesia mencapai 2,6 juta tiap bulan. “Itu hanya angka rata-rata. Terkadang bisa mencapai tiga kali lipatnya,” tambah Rudi.

Comments

comments

About the Author

Iqbal Ramadhan

- Have a strong passion in security and social studies, journalism and public speaking. Used to be a former student of UNPAD IR Studies. Married man and father of a son. Love his hometown, City of Flower.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>