Published On: Wed, Dec 16th, 2015

Password Akan Menghilang 10 Tahun Mendatang

sandi

Banyak perusahaan kini sudah mulai atau akan menghilangkan password sebagai salah satu otentifikasi. Kata sandi atau password sering menjadi incaran para penyerang untuk mendapatkan akses informasi dengan cara brute force atau social engineering. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh SecureAuth, 66 persen perusahaan sudah bergerak lebih jauh untuk tidak menggunakan password. Mereka mulai mempertimbangkan bentuk otentifikasi seperti biometrik ataupun metode otentifikasi yang lain.

Survei tersebut menyatakan bahwa sekitar 85 persen karyawan sering mengontak desk admin untuk meminta kembali password mereka. Faktor lupa sering menjadi alasan utama mengapa password sering diminta kembali. Perusahaan yang disurvei pun mengakui bahwa kelalaian itu menyita banyak waktu dan tenaga. Tidak hanya itu, 37 persen karyawan perusahaan mengaku sering melakukan password recall dalam kesehariannya.

Adapun 91 persen pakar profesional keamanan cyber yang disurvei menjelaskan bahwa penggunaan password akan menghilang 10 tahun ke depan. Sekitar 97 persen responden pun mengatakan bahwa mereka lebih cenderung memilih bentuk otentifikasi biometrik seperti pemindai retina untuk mengganti password. Survei pun menggambarkan bahwa investasi perusahaan di bidang keamanan sudah semakin meningkat, tetapi tantangan justru semakin kuat.

Angka persentase menjelaskan bahwa 95 persen karyawan yakin bahwa perusahaan akan menambah anggaran investasi keamanan. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah masalah kebocoran data. Data yang diperoleh adalah 62 persen karyawan mengatakan bahwa kebocoran data adalah tantangan terbesar yang harus ditanggung oleh perusahaan. Selain faktor reputasi yang harus dihadapi oleh perusahaan, risiko legal dan finansial akan menjadi batu sandungan bagi perusahaan.

Tidak hanya persoalan kebocoran data yang menggelayuti perusahaan, mereka pun dihadapkan pada sebuah dilema. Profesional keamanan cyber yang disurvei oleh SecureAuth menjelaskan bahwa 81 persen perusahaan harus memilih antara user experience atau keamanan super canggih. Adapun implementasi otentifikasi pengganti password seperti biometrik masih mendapat kendala karena 81 persen responden menyatakan bahwa teknologi tersebut sangat canggih dan membutuhkan software yang up to date.

Simpulan yang diambil survei ini adalah permintaan atau kebutuhan perusahaan terhadap otentifikasi pengganti password sangat tinggi. Pasar akan berubah dimana pangsa pasar baru seperti biometrik akan tumbuh berkembang.

Comments

comments

About the Author

Iqbal Ramadhan

- Have a strong passion in security and social studies, journalism and public speaking. Used to be a former student of UNPAD IR Studies. Married man and father of a son. Love his hometown, City of Flower.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>