Published On: Fri, Jan 22nd, 2016

Anonymous Lumpuhkan Situs Pengadilan Thailand

Anonymous

Kelompok hacktivist, Anonymous, kini kembali melancarkan aksinya. Mereka menyasar situs pengadilan tinggi Thailand. Setidaknya Anonymous mempublikasikan hasil peretasannya di situs Pastebin yang mana mereka mengaku berhasil meretas sekitar 297 situs pemerintah Thailand. Hal ini adalah bentuk protes mereka terhadap keputusan pengadilan Thailand yang menjatuhi hukuman mati pada dua imigran Myanmar yang dituduh telah membunuh dua turis backpacker asal Inggris.

Menurut keterangan yang dipaparkan oleh Anonymous, dua imigran Myanmar tersebut hanyalah kambing hitam dari kasus pembunuhan yang diberi nama kasus Koh Tao. Dua turis asal Inggris yang sedang berwisata di Pulau Koh Tao pada bulan September 2014 yang lalu ditemukan sudah tidak bernyawa. Korban yang bernama David Miller dan Hannah Whiteridge menjadi korban pembunuhan. Bahkan kepolisian Thailand pun mengatakan bahwa Hannah tidak hanya dibunuh, melainkan juga menjadi korban pemerkosaan.

Dalam laman media sosial Facebook, Anonymous meminta semua turis untuk memboikot pariwisata Thailand hingga ada kejelasan siapa pelaku sebenarnya dari pembunuhan ini. Menurut pihak kepolisian Thailand, grup Anonymous adalah simpatisan imigran Myanmar yang pada tanggal 5 Januari 2016 lalu berhasil melumpuhkan situs Internet milik kepolisian. Selain melumpuhkan situs pengadilan, Anonymous pun melakukan defacement dan mengganti lama situs dengan gambar yang mengolok-olok negara Thailand.

Tidak hanya situs pengadilan saja yang diretas, kepolisian dan bahkan situs Internet milik dinas pariwisata provinsi Chiang Mai pun harus mengalami nasib yang sama. Sejak malam Natal 2015 yang lalu, Blink Hacker Group yang disinyalir masih memiliki hubungan dengan grup Anonymous telah melakukan petisi untuk menuntut peradilan yang terbuka bagi pembunuh dua turis asal Inggris tersebut. Tidak hanya itu saja, mereka pun meminta pemerintah Thailand untuk tidak mengambing hitamkan imigran Myanmar.

Selain itu, Anonymous mengkritisi pula sikap kepolisian Thailand yang menyiksa dua imigran Myanmar itu agar mengakui kejahatan yang tidak pernah mereka lakukan. Menanggapi kasus peretasan ini, kepolisian Thailand menyatakan bahwa Anonymous tidak begitu pandai meretas sistem keamanan informasi mereka. Mereka menyatakan bahwa situs hanya mengalami defacement tetapi tidak berhasil mencuri informasi rahasia. Walaupun begitu, kepolisian Thailand sama sekali tutup mulut menanggapi kasus pembunuhan tersebut.

Comments

comments

About the Author

Iqbal Ramadhan

- Have a strong passion in security and social studies, journalism and public speaking. Used to be a former student of UNPAD IR Studies. Married man and father of a son. Love his hometown, City of Flower.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>