Published On: Thu, Jan 21st, 2016

Hacker Turki Dijatuhi Hukuman Penjara 339 Tahun

Vtech

Seorang hacker muda berusia 26 tahun asal Turki yang bernama Onan Kornuc dijatuhi hukuman penjara selama 339 tahun karena terbukti melakukan pencurian kredit di sejumlah institusi perbankan. Kornuc terbukti telah meretas 11 data kartu kredit dan menjualnya kepada organisasi cyber criminal.

Hukuman yang diberikan oleh pengadilan Turki merupakan klimaks dari rangkaian kejahatan yang telah dilakukan oleh Kornuc. Menurut keterangan pengadilan, Kornuc beserta 11 rekannya telah beroperasi sejak tahun 2013. Selama rentang waktu tiga tahun tersebut, Kornuc dan rekannya memulai sejumlah petualangan dengan meretas jaringan keamanan perbankan.

Kornuc terbilang cukup lihai dalam melakukan aksi kejahatannya. Ia sangat pandai menggunakan teknik phising dan mampu menjerat banyak korbannya. Salah satunya adalah Kornuc mendesain sebuah situs internet banking yang sangat mirip dengan aslinya. Pengadilan menjelaskan bahwa dari situs palsu tersebut, Kornuc berhasil mendapatkan banyak informasi sensitif.

Melalui situs palsu itu, Kornuc mendapatkan nama akun pengguna beserta password-nya yang kemudian ia gunakan untuk melakukan transaksi ilegal. Penangkapan Kornuc berawal dari sejumlah keluhan yang datang dari 43 bank di Turki di mana mereka menemukan adanya keanehan transaksi kartu kredit.

Merasa tidak pernah menggunakan kartu kredit dengan transaksi yang mencurigakan, sejumlah perbankan Turki kemudian melaporkannya pada pihak terkait. Setelah melakukan serangkaian investigasi, akhirnya semua bukti kejahatan mengarah pada Kornuc. Pengadilan akhirnya menjatuhi hukuman penjara pada Kornuc dengan total masa hukuman sebanyak 339 tahun. Dakwaan yang diberikan adalah Kornuc terbukti meretas jaringan perbankan tanpa izin, pencurian identitas dan serangkaian kejahatan fraud lainnya. Ia kini mendekam di penjara provinsi Adana.

Sikap pengadilan yang memberikan masa tahanan cukup lama bagi hacker bukan untuk yang pertama kalinya. Pada dasawarsa November 2015 yang lalu, pengadilan AS memberikan hukum serupa pada trio hacker yaitu Gery Shalon, Joshua Samuel Aaron dan Ziv Orenstein. Mereka didakwa 23 tuntutan hukum karena meretas sejumlah sistem keamanan institusi finansial termasuk JP Morgan.

Sebagai salah satu korban, JP Morgan mengaku cukup puas dengan hukuman yang dijatuhkan pada mereka. Pasalnya adalah JP Morgan harus menanggung kerugian finansial dan reputasi ketika nama klien beserta transaksi keuangannya berhasil dicuri oleh hacker tersebut. Ketiga hacker itu ditahan di penjara distrik kota New York.

Comments

comments

About the Author

Iqbal Ramadhan

- Have a strong passion in security and social studies, journalism and public speaking. Used to be a former student of UNPAD IR Studies. Married man and father of a son. Love his hometown, City of Flower.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>