Published On: Tue, Jan 26th, 2016

ISIS Tawari Hacker India 10.000 Dolar AS

cyber terorrist

Kelompok teroris ISIS kembali membuat berita baru. Kini mereka menawari hacker India untuk meretas situs pemerintah dan mencuri informasi rahasia di dalamnya. Bahkan ISIS sanggup membayar mereka dengan angka fantastis yaitu 10.000 dolar AS. Untuk merekrut calon hacker, ISIS meminta mereka untuk memberikan notifikasi kesediaan melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter. Tawaran ini cukup menggiurkan karena bayaran yang mereka tawarkan sangat banyak.

Kislay Choudari, salah seorang pakar cyber di India yang seringkali menjadi penasihat pemerintah mengatakan bahwa ada banyak komunitas underground di negaranya. “Para hacker umumnya berkumpul di sana dan bersosialisasi. Besar kemungkinan ISIS akan memanfaatkan komunitas bawah tanah tersebut,” papar Choudary. “Jumlah yang ditawarkan pada hacker India belum pernah sebanyak itu dan hal tersebut berpotensi menyebarkan pemahaman radikal mereka di negara kami,” tambahnya.

Kelompok teroris ISIS sangat sering menggunakan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk mencuci otak generasi muda. Choudary pun memperkirakan bahwa ada sekitar 30.000 akun media sosial yang dijadikan alat propaganda di negara India. Choudary pun menjelaskan bahwa ISIS menggunakan beberapa jenis media sosial lainnya seperti Skype, Silent Circle, WhatsApp dan Telegram.

Choudary mengatakan, “ISIS sudah menyebarkan propagandanya dalam bahasa lokal seperti Hindi dan Tamil. Bahkan di beberapa wilayah seperti Kashmir, Maharasthan dan Rajasthan, sudah mulai terlihat peningkatan signifikan propaganda yang mendukung ISIS.” Tidak hanya itu, ISIS pun melakukan propaganda yang sama di negara tetangga India yaitu Bangladesh. Sama seperti di India, ISIS menargetkan anak mudanya untuk direkrut dan menjadi bagian dari tentara cyber mereka.

Menanggapi ancaman dari ISIS tersebut, pemerintah India sudah membuat sebuah war room yang aktif 24 jam sehari untuk memonitor segala bentuk mencurigakan dalam komunikasi di media sosial. “Kami melakukan pengawasan selama 24 jam di media sosial, khususnya posting yang berbau radikalisme dan anti-Barat,” kata Choudary. Pemerintah India pun telah membentuk analysis center untuk menahan radikalisme ISIS via media sosial. Mereka pun kini telah menyiagakan negaranya karena ISIS acapkali sering masuk ke dalam kelompok minoritas India dan menyulut kebencian melalui hashtag populer sehingga jangkauannya dapat dibaca oleh masyarakat luas.

Comments

comments

About the Author

Iqbal Ramadhan

- Have a strong passion in security and social studies, journalism and public speaking. Used to be a former student of UNPAD IR Studies. Married man and father of a son. Love his hometown, City of Flower.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>