Published On: Wed, Jan 20th, 2016

Pentingnya Memitigasi Digital Disruption

digital disruption

Ketika semua telah terintegrasi dengan TI, maka tidaklah heran bila gangguan digital atau lazim dikenal dengan digital disruption kerap kali datang dan mengganggu proses bisnis. Untuk beberapa organisasi yang sudah established (mapan), gangguan semacam itu pasti telah diantisipasi dengan baik. Entah menggunakan teknologi ataupun planning manajemen risiko, semua disruption harus diminimalisir agar tidak berdampak panjang pada proses bisnis perusahaan.

Salah satu konsultan big four ternama, Delloite pernah merilis beberapa success story perusahaan di Australia dalam mengatasi digital disruption yang menghambat bisnis mereka. Dari sekian banyak perusahaan yang disurvei oleh Delloite, semuanya menyatakan bahwa dengan memitigasi gangguan digital, perusahaan dapat memaksimalkan performanya dan meraih objektif bisnis dengan baik.

Salah satu imbas terbesar dari digital disruption adalah mandeknya layanan aplikasi yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Fetra Syahbana, Country Manager dari F5 Networks Indonesia mengatakan bahwa aplikasi telah menjadi salah satu roda penggerak utama dari bisnis modern.

“Semakin banyak perusahaan bergantung pada aplikasi untuk menyediakan layanan kepada para penggunanya – baik pengguna internal seperti karyawan maupun pengguna eksternal seperti pelanggan. Jika aplikasi tidak tersedia untuk diakses, lambat, dan tidak aman, maka pengalaman pengguna hingga kelancaran proses bisnis akan terpengaruh secara negatif,” kata Fetra.

“Aplikasi adalah aliran darah yang mampu membuat semua ‘organ’ di dalam sistem IT perusahaan mampu berfungsi, sehingga berbagai proses bisnis di dalam perusahaan bisa berjalan semestinya,” sambungnya. Fetra mengungkapkan bahwa jika organ tidak dialiri oleh darah, atau dalam hal ini aplikasi tidak tersedia, berjalan secara lambat dan rentan “penyakit” maka keseluruhan proses bisnis dapat terancam. “Lebih parahnya lagi, jika aplikasi yang sangat krusial bagi perusahaan (contohnya aplikasi core banking pada institusi perbankan) tidak tersedia, bekerja secara lambat atau terancam keamanannya maka bisnis perusahaan bisa lumpuh dan menyebabkan kerugian finansial,” ujar Fetra.

Fetra mengungkapkan bahwa ada banyak kendala yang dihadapi dalam memitigasi digital disruption. Kendala itu menurut Fetra disebabkan oleh semakin banyak dan beragamnya perangkat yang digunakan untuk mengakses aplikasi mendorong perusahaan untuk memanfaatkan platform yang beragam pula (on-premise, cloud, maupun hybrid) demi memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini menjadikan tugas mengirimkan aplikasi menjadi kian menantang.

“Perusahaan harus mampu menyeragamkan kinerja, ketersediaan, dan tingkat keamanan aplikasi di manapun aplikasi tersebut berada dan dikirimkan. Penyeragaman ini dimungkinkan jika application service disertakan ke aplikasi di manapun aplikasi tersebut berada – di dalam ekosistem yang multi device dan multi platform,” ungkap Fetra.

 

Comments

comments

About the Author

Iqbal Ramadhan

- Have a strong passion in security and social studies, journalism and public speaking. Used to be a former student of UNPAD IR Studies. Married man and father of a son. Love his hometown, City of Flower.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>